Sabtu, 30 April 2011
Perbedaan sistem pendidikan di Indonesia dengan di Amerika
Pendidikan publik Amerika dioperasikan oleh negara dan pemerintah daerah, yang diatur oleh Amerika Serikat Departemen Pendidikan melalui pembatasan dana federal. Anak-anak diwajibkan di kebanyakan negara untuk menghadiri sekolah dari usia enam atau tujuh (umumnya, taman kanak-kanak atau kelas pertama) sampai mereka berumur delapan belas (umumnya membawa mereka melalui kelas dua belas, akhir SMU); beberapa Negara bagian memungkinkan siswa untuk meninggalkan sekolah pada usia enam belas atau tujuh belas. Sekitar 12% dari anak-anak yang terdaftar di nonsectarian paroki atau sekolah swasta. Hanya sekitar 2% dari anak-anak yang belajar di rumah. Amerika Serikat memiliki banyak lembaga-lembaga swasta dan publik pendidikan tinggi yang kompetitif, serta masyarakat lokal masuk perguruan tinggi dengan kebijakan terbuka. Dari jumlah penduduk Amerika yang berumur diatas dua puluh lima tahun, sekitar 84,6% lulus dari sekolah menengah umum, 52,6% dari mereka masuk ke beberapa perguruan tinggi, dan sekitar 27,2% memperoleh gelar sarjana, dan 9,6% memperoleh gelar sarjana muda. Hampir seluruh rakyat amerika tidak ada yang buta huruf mencapai sekitar 99% dari total keseluruhan. Perserikatan Bangsa-Bangsa memberikan Amerika Serikat sebuah indeks Pendidikan 0,97, yang berada pada peringkat 12 di dunia
Pendidikan Indonesia:
Berbicara tentang pendidikan tidak akan terlepas dari kegiatan belajar mengajar yang berlangsung di sekolah. Kegiatan belajar mengajar tidak dapat terlepas dari kurikulum yang sedang berlaku saat itu. Kurikulum merupakan salah satu hal yang cukup vital bagi dunia pendidikan. Sejak Indonesia merdeka, kurikulum yang ada di Indonesia telah mengalami perubahan beberapa kali. Perubahan-perubahan yang terjadi tersebut dimaksudkan untuk membuat sistem pendidikan di Indonesia semakin membaik
Berikut ini adalah perjalanan kurikulum di Indonesia (Soekisno, 2007)
1.Kurikulum 1952
pada tahun 1952 kurikulum di Indonesia mengalami penyempurnaan. Pada tahun 1952 ini diberi nama Rentjana Pelajaran Terurai 1952. Kurikulum ini sudah mengarah pada suatu sistem pendidikan nasional. Yang paling menonjol dan sekaligus ciri dari kurikulum 1952 ini bahwa setiap rencana pelajaran harus memperhatikan isi pelajaran yang dihubungkan dengan kehidupan sehari-hari.
2.Kurikulum1964
menjelang tahun 1964, pemerintah kembali menyempurnakan sistem kurikulum di Indonesia. Kali ini diberi nama Rentjana Pendidikan 1964. Pokok-pokok pikiran kurikulum 1964 yang menjadi ciri dari kurikulum ini adalah bahwa pemerintah mempunyai keinginan agar rakyat mendapat pengetahuan akademik untuk pembekalan pada jenjang SD, sehingga pembelajaran dipusatkan pada program Pancawardhana (Hamalik, 2004), yaitu pengembangan moral, kecerdasan, emosional/artistik, keprigelan, dan jasmani.
3.Kurikulum 1968
Kurikulum 1968 merupakan pembaharuan dari Kurikulum 1964, yaitu dilakukannya perubahan struktur kurikulum pendidikan dari Pancawardhana menjadi pembinaan jiwa pancasila, pengetahuan dasar, dan kecakapan khusus. Kurikulum 1968 merupakan perwujudan dari perubahan orientasi pada pelaksanaan UUD 1945 secara murni dan konsekuen.
4.Kurikulum 1975
Kurikulum 1975 sebagai pengganti kurikulum 1968 menggunakan pendekatan-pendekatan di antaranya sebagai berikut.
Berorientasi pada tujuan Menganut pendekatan integrative dalam arti bahwa setiap pelajaran memiliki arti dan peranan yang menunjang kepada tercapainya tujuan-tujuan yang lebih integratif.
5.Kurikulum 1984
Kurikulum 1984 tampil sebagai perbaikan atau revisi terhadap kurikulum 1975. Berorientasi kepada tujuan instruksional, Didasari oleh pandangan bahwa pemberian pengalaman belajar kepada siswa dalam waktu belajar yang sangat terbatas di sekolah harus benar-benar fungsional dan efektif. Oleh karena itu, sebelum memilih atau menentukan bahan ajar, yang pertama harus dirumuskan adalah tujuan apa yang harus dicapai siswa.
6.Kurikulum 1994
Kurikulum 1994 dibuat sebagai penyempurnaan kurikulum 1984 dan dilaksanakan sesuai dengan Undang-Undang no. 2 tahun 1989 tentang Sistem Pendidikan Nasional. Hal ini berdampak pada sistem pembagian waktu pelajaran, yaitu dengan mengubah dari sistem semester ke sistem caturwulan. Dengan sistem caturwulan yang pembagiannya dalam satu tahun menjadi tiga tahap diharapkan dapat memberi kesempatan bagi siswa untuk dapat menerima materi pelajaran cukup banyak.
7.Kurikulum Berbasis Kompetensi – Versi Tahun 2002 dan 2004
Kurikulum 1994 perlu disempurnakan lagai sebagai respon terhadap perubahan struktural dalam pemerintahan dari sentralistik menjadi desentralistik sebagai konsekuensi logis dilaksanakannya UU No. 22 dan 25 tahun 1999 tentang Otonomi Daerah. Kurikukum yang dikembangkan saat itu diberi nama Kurikulum Berbasis Kompetensi. Pendidikan berbasis kompetensi menitikberatkan pada pengembangan kemampuan untuk melakukan (kompetensi) tugas-tugas tertentu sesuai dengan standar performance yang telah ditetapkan, Sejalan dengan visi pendidikan yang mengarahkan pada dua pengembangan, yaitu untuk memenuhi kebutuhan masa kini dan kebutuhan masa datang, maka pendidikan di sekolah dititipi seperangkat misi dalam bentuk paket-paket kompetensi.
8.Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) lebih kepada mengimplementasikan regulasi yang ada, yaitu PP No. 19/2005. Akan tetapi, esensi isi dan arah pengembangan pembelajaran tetap masih bercirikan tercapainya paket-paket kompetensi (dan bukan pada tuntas tidaknya sebuah subject matter)
Jadi Sebenarnya, tingkat kemampuan murid Asia (Eastern European) dari level 1 sampai 12, jauh diatas kemampuan murid Amerika karena pendidikan di AS saat lebih ini ditujukan untuk menciptakan lulusan yang kemampuan intelektualnya tidak dapat digantikan oleh mesin. Para lulusan di AS diharapkan hanya akan menjadi pencetak ide-ide kreatif, peneliti, dan penganalisa. Mereka menjual segala karyanya sebagai kerja kreatif yang sungguh mahal harganya, Sementara di negara-negara berkembang seperti Indonesia, kita masih melakukan pekerjaan-pekerjaan rutin, baik yang kita lakukan dengan tangan sendiri maupun mesin-mesin produksi, karena pendidikan kita memang mengarahkan demikian. Kita hanya membeli dan memakai dari mereka
Rabu, 16 Maret 2011
TOEFL
Seperti yang diketahiu saat ini Negara kita yaitu Negara Republic Indonesia sudah memasuki era yang disebut era globlisasi, dimana tuntutan akan kemampuan berbahasa inggris sangatlah dibutuhkan baik di dibidang adiministrasi, lingkungan kerja maupun dimasyarakat, sehingga dengan adannya permasalahan tersebut kita sering mendengar atau memperbincangkan mengenai suatu kata yang dikenal atau disebut dengan toefl.
TOEFL (Test of English as a Foreign Language) adalah test bahasa Inggris yang diciptakan dan dikembangkan oleh ETS (Educational Testing Service) di New Jersey, USA sejak tahun 1963. Test ini digunakan untuk mengukur kecakapan (proficiency) berbahasa Inggris seseorang dalam konteks akademis. Dengan demikian, test ini digunakan untuk tujuan akademis, seperti persyaratan penerimaan mahasiswa atau untuk penerimaan calon penerima beasiswa.
Tes TOEFL adalah merek dagang terdaftar dari Educational Testing Service (ETS) dan diberikan di seluruh dunia. Tes ini pertama kali diberikan pada tahun 1964 dan sejak itu telah diambil oleh lebih dari 23 juta siswa. Tes awalnya dikembangkan di Pusat Linguistik Terapan dipimpin oleh ahli bahasa, Dr Charles A. Ferguson. Komite TOEFL Penguji terdiri dari 12 spesialis dalam linguistik, pengujian bahasa, pengajaran atau penelitian. Tanggung jawab utamanya adalah untuk memberi nasehat tentang isi tes TOEFL. Komite ini membantu memastikan tes adalah ukuran yang valid kemampuan berbahasa Inggris mencerminkan tren saat ini.
TOEFL test yang pertama kali diperkenalkan oleh ETS adalah Paper Based Test (PBT) – TOEFL dan yang paling umum diketahui oleh masyarakat indonesia adalah Institutional Testing Program (ITP) – TOEFL dengan skala nilai 310 - 677. Akan tetapi, diberbagai tempat khususnya di Indonesia manjamur lembaga yang menawarkan test TOEFL-LIKE / EQUIVALENT dengan biaya murah, dimana soal-soal test yang dikeluarkan adalah soal-soal TOEFL test yang dicopy dari berbagai sumber.
Toefl memiliki 2 jenis, yang pertama yaitu Computer-Based Test (CBT) dan yang kedua adalah Paper-Based Test (PBT). Secara umum, tidak ada perbedaan yang mencolok jika dilihat dari sisi materi test. Keduanya sama-sama mem-fokus-kan test pada tiga hal penting yang mengindikasikan kemahiran berbahasa inggris, yaitu Listening, Structure, dan Reading. di beberapa lembaga penyelenggara test TOEFL, terkadang ditambah lagi dengan Writing. Perbedaan yang mendasar dari kedua jenis test tersebut adalah pada CBT test dilakukan dengan menggunakan media Komputer sedangkan PBT tidak. Perbedaan lainnya adalah pada skala nilai hasil test TOEFL, Skala nilai pada CBT adalah 0 - 300 sedangkan pada PBT adalah 310- 677.
Kesimpulan :
TOEFL adalah suatu tes bahasa inggris atau uji kemampuan berbahasa inggris seseorang yang biasanya digunakan untuk memasuki suatu jenjang pendidikan atau pada saat mengikuti tes ujian masuk pegawai negri sipil yang biasanya test toefl dilakukan selama 3 jam dengan 4 tahap atau bagian, nilai yang digunakan adalah hasil akhir atau score TOEFL berkisar antara: 310 (nilai minimum) sampai 677 (nilai maximum) untuk versi PBT (paper-based test). TOEFL ini diadakan secara online dengan menggunakan komputer (Computer-based Testing/CBT ) sejak tahun 2005 disebut iBT (Internet-based Test) yang memiliki dua jenis yaitu Computer-Based Test (CBT) dan Paper-Based Test (PBT).
Senin, 03 Januari 2011
Complain Letter
Letters of complaint usually include the following stages:
1.Background
This section describes the situation; e.g.
I am writing to inform you that the goods we ordered from your company have not been supplied correctly.
I attended your exhibition Sound Systems 2011 at the Fortune Hotel (22-25 January) and found it informative and interesting. Unfortunately, my enjoyment of the event was spoiled by a number of organisational problems.
I am a shareholder of Sunshine Bank and I am very concerned regarding recent newspaper reports on the financial situation of the bank. Your company is listed as the auditor in the latest annual report of the bank, so I am writing to you to ask for an explanation of the following issues.
I am writing to inform you of my dissatisfaction with the food and drinks at the 'European Restaurant' on 18 January this year.
2.Problem
Cause:
On24 December 2010 we placed an order with your firm for 12,000 ultra super long-life batteries. The consignment arrived yesterday but contained only 1,200 batteries.
Firstly, I had difficulty in registering to attend the event. You set up an on-line registration facility, but I found the facility totally unworkable.
You sent us an invoice for $10,532, but did not deduct our usual 10% discount.
We have found 16 spelling errors and 2 mis-labelled diagrams in the sample book.
Effect:
This error put our firm in a difficult position, as we had to make some emergency purchases to fulfil our commitments to all our customers. This caused us considerable inconvenience.
Even after spending several wasted hours trying to register in this way, the computer would not accept my application.
I am therefore returning the invoice to you for correction.
This large number of errors is unacceptable to our customers, and we are therefore unable to sell these books.
3.Solution
I am writing to ask you to please make up the shortfall immediately and to ensure that such errors do not happen again.
Could I please ask you to look into these matters.
Please send us a corrected invoice for $9,479
I enclose a copy of the book with the errors highlighted. Please re-print the book and send it to us by next Friday.
4.Warning (optional)
Otherwise, we may have to look elsewhere for our supplies.
I'm afraid that if these conditions are not met, we may be forced to take legal action.
If the outstanding fees are not paid by Tuesday, 11 January 2011, you will incur a 10% late payment fee.
5.Closing
I look forward to receiving your explanation of these matters.
I look forward to receiving your payment.
I look forward to hearing from you shortly.
Politeness
The tone of complaint letters should not be aggressive or insulting, as this would annoy the reader and not encourage them to solve the problem. In addition, questions such as 'Why can't you get this right?' should not be included.
Content
The content should contain enough details so that the receiver does not have to write back requesting more.
Legal action is not normally threatened in the first letter of complaint, unless the situation is very serious.
Example :
ABC Company
NewJersey
23rd June, 2008.
Ref: Defective product
Dear Mr. Morgan,
I had bought the XYZ Baking Product, receipt number 123445 from your Company on 20th June. I regret to inform you that the product is defective and my numerous verbal complaints to your personnel have yielded no results.
I request you to either replace the product with a functioning new product or refund my money within one week.
I have never been let down by any of your products in the past and I look forward to your immediate action on this occasion.
I am enclosing a copy of the Receipt to help you initiate immediate action.
Thanking You,
Sincerely,
Anne Rice
Encl: Copy of Receipt
Rabu, 27 Oktober 2010
Inquiry Letters
A letter of inquiry is a request for information that the writer believes the reader can provide. Regardless of its subject, the objective is to get the reader to respond with an action that satisfies the inquiry. The action taken can benefit either the writer or the reader, and sometimes both. That being the case, the scope must include enough information to help the reader determine how best to respond.
How to write an inquiry letter:
- Be courteous. Remember, by making this request you are imposing on the reader’s time and/or resources.
- Don’t send an inquiry letter for information you could easily find out by other means, such as with a quick search on the Internet.
- Your letter can be fairly short, but it should be long enough to adequately explain what it is that you are inquiring about and what you want the reader to do in response to your letter.
- Generally, give at least a couple of weeks for the person, company, or organization to respond to your inquiry before you send a follow-up letter or make a follow-up phone call.
- If appropriate, you may want to mention that you will keep confidential any information provided. (This may increase the likelihood that the reader will respond to your inquiry.)
- Make it as easy as possible for the person to respond to your request. This might mean offering to pay for any needed photocopies or mailing costs, or perhaps including a self-addressed, stamped envelope; necessary forms, questionnaires, or other documents; and so forth.
- Make sure to include contact information so that the person can easily get in touch with you if necessary, such as your cell or home phone number or e-mail address.
- When the person responds to your inquiry, it is a good idea to send a quick note of thanks expressing your appreciation and telling how the information helped (or can help) you. If appropriate, you may want to offer to return the favor in the future.
How to respond to an inquiry letter:
- Specifically indicate the inquiry that was made, as you understand it.
- Express your appreciation for the person’s interest.
- If possible, personally respond to the inquiry. You might want to include with your response letter any brochures, catalogs, reports, or other helpful information available.
- If appropriate, clearly describe any action you feel the person should take and the reason(s) for such a recommendation. (However, you may want to use caution because of any possible liability you might incur for offering such advice.)
- If you cannot personally answer the person’s question, let him/her know that you have contacted the person who can and that he/she will shortly be in touch with the reader. If this is not possible, express your regret for being unable to help the reader, and try to find out for him/her the contact information for someone who can help.
- If appropriate, you might want to include additional information about your organization, the products or services you sell, or the subject matter of the inquiry, beyond the scope of the original inquiry.
- Close by saying that you would be happy to help the reader in the future if he/she needs further assistance or by wishing him/her well in his/her endeavor or project, etc.
Inquiry Letter Tips:
- Begin your letter by stating who you are and giving your status or position (such as student, researcher, interested consumer, etc.), and tell how you found out about the individual or entity that you are writing to.
- Clearly state what it is that you are inquiring about and what you would like the recipient of your letter to do. Make your inquiry as specific as possible.
- You might want to briefly explain the purpose of your letter or what you hope to accomplish. Such an explanation may prompt the recipient of your letter to act more quickly.
- If appropriate, consider mentioning the letter recipient’s qualifications for responding to your inquiry (this may prompt him/her to act when he/she might otherwise be hesitant to do so). For example, you could explain that you are writing to the reader because she is a leader in her field and the accepted authority on the subject you are interested in.
- Include the date by which you need the information, services, etc., that you are requesting, and indicate that you await the reader’s response.
- Thank the person for his/her time.
Sample Letter of Inquiry
The Virtual Community Group, Inc.
17 Park Road
Rural Town, NH
July 14, 2010
Jane Smith, Executive Director
Xavier Foundation
555 S. Smith St.
Washington, D.C. 22222
Dear Ms. Smith,
I am writing to inquire whether the Xavier Foundation would invite a proposal from the Virtual Community Group, Inc., requesting an investment of $50,000 per year over two years to support our Enterprise 2000 initiative. This grant would provide part of the funds needed for us to train at least 1200 low-income entrepreneurs in rural New Hampshire in the computer skills they need to create sustainable businesses as we enter the twenty-first century. Your literature indicates that the Xavier Foundation is searching for innovative ideas to improve the lives of the rural poor; we believe Enterprise 2000 falls well within your area of interest.
Information technologies are a promising solution to one of the primary obstacles facing the small rural enterprise: the geographic distances which inhibit networking with other businesses, and which segregate them from a larger marketplace. The Internet and other networks are now making it possible for entrepreneurs even in the most remote locations to communicate and do business on a region-wide, national, or even international basis. Working in conjunction with other organizations, Enterprise 2000 gives program participants technical skills training adapted to individual need; and, in collaboration with organizations which recondition and redistribute used computers, we also assure that they obtain the necessary computer hardware, at low or no cost.
We believe that broadly-implemented technical skills programs such as Enterprise 2000 have the potential to transform the lives of many struggling entrepreneurs, and change the economic landscape of impoverished rural communities. Unlike many poverty alleviation initiatives, all of the Virtual Community Group programs are predicated on the assumption that these entrepreneurs already have 90% of what it takes to compete in the marketplace -- intelligence, ambition, initiative, and talent. After two years of experimentation and program development, the Virtual Community Group has fashioned a superb, easily replicable model in Enterprise 2000, and established a high degree of credibility among community groups, policy makers, and funders. With your support, we can make that 10% difference in the lives of these hard-working people and the future of our rural communities.
Please feel free to call me with any questions. I look forward to hearing from you soon.
Sincerely,
Executive Director
_________Better Widget Makers, Inc.__________
5555 Widget Avenue
Silver City, CO 80456
September 26, 2003
Mr. Russ Hamilton
Vice President, Sales and Marketing
Golden Bread Company
123 Loaf Street
Silver City, CO 80451
Dear Mr. Hamilton:
Construction on the new employee cafeteria at Better Widget Makers, Inc. is nearing
completion and I am looking for a supplier capable of fulfilling our weekly bakery needs.
Do you have an information packet that would help me project the cost of doing business
with your company? We will need daily deliveries of pastries, pies, dinner rolls and
sandwich bread. Our facility operates 24/7, Monday through Friday, with a flextime
workforce of 1,500 employees. To complete my operational budget I will need the
following information:
• Wholesale price sheets
• Quantity cost breaks
• Annual contract discounts
• Delivery and or any other service charges.
To submit my proposal to the finance committee at their October 20th meeting I will need
to receive your information by the 10th. I will also need to meet with you after reviewing
the requested materials. Please call me for an appointment at your earliest convenience.
My personal extension is 216-8080, # 29.
In keeping with long-standing policy we would like to place this contract locally. I look
forward to working with you and am hopeful that the Golden Bread Company can fulfill
our needs.
Sincerely,
Ida Mae Knott
Purchasing Agent
Jumat, 15 Oktober 2010
Business Letter Styles
| Modified Block Style | Block Style |
| Semiblock Style | |||
ElementsBusiness letters (in the United States) usually contain the following elements, in order:
In some situations, a business letter may also include the following optional information:
Line SpacingIn general, each element or paragraph of the letter is followed by a single blank line, except:
Legend:
Tips:
Simplified Style Simplified Style is a form letter similar to the Straight shape fully but it’s just that without any greeting and closing greetings. Usually this letter in addressed to the people who were working in the company. Sometimes a simple form of letter writing is very simple without the need to look at tidiness and order. Parts of the letter of the Simplified Style : 1. Letterhead 2. The date of the letter 3. Letter No. 4. Attachment 5. Concerning 6. The letter is aimed at 7. A word of salutation 8. Body of the text 1. Introduction letter 2. Explanation of the contents of the letter 3. Closing the letter 9. Closing Greetings 10. Name of office 11. Signature 12. Who signed the name 13. Carbon copy 14. Page appendix letter / Initials |
Selasa, 22 Juni 2010
DAFTAR PUSTAKA
daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar buku atau sumber acuan lain yang mendasari atau menjadi bahan pertimbangan dalam penyusunan karangan. Unsur-unsur pada daftar pustaka hampir sama dengan catatan kaki. Perbedaannya hanya pada daftar pustaka tiada nomor halaman sedangkan pada catatan kaki ada nomor halaman. Daftar pustaka berada di paling belakang dari tulisan kita.
KUTIPAN
Cara Menulis Kutipan Dengan Benar
Penulisan sumber kutipan ada yang menggunakan pola Harvard, ada pula yang menggunakan pola konvensional atau catatan kaki (footnote). Penulisan dan pencantuman kutipan dengan pola Harvard ditandai dengan menuliskan nama belakang pengarang, tahun terbit, dan halaman buku yang dikutip di awal atau di akhir kutipan. Data lengkap sumber yang dikutip itu dicantumkan pada daftar pustaka.
Format penulisan kutipan yang sering digunakan adalah mengikuti kaidah Sistem Harvard. Kaidah ini berbeda dengan yang telah digunakan pada waktu yang lalu. Perbedaan mendasar adalah tidak ada catatan kaki untuk menyatakan publikasi referensi. Adapun tata cara penulisan kutipan sbb:
• Semua referensi untuk buku, artikel majalah, sumber statistik, dsb ditunjukkan dengan sebutan yang sesuai di dalam teks dengan nama keluarga/marga, tahun publikasi, dan halaman bila perlu, semua di dalam tanda kurung.
Berikut ini ada beberapa contoh:
..... (Sinaga, 1970, p46) ......
..... berdasarkan pendapat Cushing (1991, p75) .....
..... berdasarkan pendapat Gazali (1991, pp109-115) ....
..... Lukas, Brown dan Hill (1992, p30) ...
..... menggunakan deret Taylor(Gazali, 1991a) .........
..... menggunakan program perkalian matrik (Gazali, 1991b, pp109-115)
..... dideteksi dari Persamaan 3 (Lukas dan Brown, 1991) .......
..... Berdasarkan Lukas, Brown dan Hill (1992) ternyata ...
..... diperlukan empat langkah (Aryanto et al, 1991, p67) ..
..... Aryanto et al.(1991, p67) menyajikan ....
Fungsi Kutipan
Kutipan memiliki fungsi tersendiri. Fungsi dari kutipan adalah sebagai berikut :
1) Menunjukkan kualitas ilmih yang lebih tinggi.
2) Menunjukkan kecermatan yang lebih akurat.
3) Memudahkan penilaian penggunaan sumber dana.
4) Memudahkan pembedaan data pustaka dan ketergantungan tambahan.
5) Mencegah pengulangan penulisan data pustaka.
6) Meningkatkan estetika penulisan.
7) Memudahkan peninjauan kembali penggunaan referensi, dan memudahkan penyuntingan naskah yang terkait dengan data pustaka.
Jenis Kutipan
Kutipan memiliki 2 jenis, yaitu kutipan langsung dan kutipan tidak langsung.
1. Kutipan Langsung.
Kutipan langsung (direct quotation) adalah kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya sama persis dengan teks aslinya (yang dikutip). Dalam merujuk sumber kutipan di teks utama, sebutkan referensinya dengan menulis nama pengarang, tahun penerbitan, dan nomor halamannya. Kalau ada hal yang dinilai salah / meragukan,kita beri tanda ( sic! ), yang artinya kita hanya sekedar mengutip sesuai dengan aslinya dan tidak bertanggung jawab atas kesalahan itu. Demikian juga kalau kita menyesuaikan ejaan, memberi huruf kapital, garis bawah, atau huruf miring, kita perlu menjelaskan hal tersebut, missal [ huruf miring dari pengutip ], [ ejaan disesuaikan dengan EYD ], dll.
Bila dalam kutipan terdapat huruf atau kata yang salah lalu dibetulkan oleh pengutip,harus digunakan huruf siku [ ….. ].
a) Kutipan yang kurang atau sama dengan 4 baris ditulis sebagai berikut :
• Disatukan dengan teks
• Ditulis dalam tanda kutip ( “…….” )
• Jarak antar kutipan 2 spasi
• Pada akhir kutipan dituliskan databuku yang diletakkan dalam kurung atau dengan menuliskan nomor rujukan catatan kaki.
b) Kutipan Langsung yan lebih dari 4 baris,tata caranya sebagai berikut :
• Tidak disatukan dengan teks,tetapi dipisah dengan jarak 2,5 spasi
• Ditulis dengan spasi rapat ( satu spasi )
• Ditulis dengan menjorok ke kanan 5 karakter,danjika alinea baru berarti menjorok ke kanan 10 karakter
• Pada akhir kutipan diberi nomor penunjuk ( untuk diberi penjelasan pada catatan kaki tau diberi catatan langsung ( catatan perut )
Contoh :
Tidak semua masalah dapat dipecahkan dengan kemampuan berpikir dan nurani manusia.oleh karena itu,manusia memerlukan sumber kebenaran yang berupa wahyu Tuhan .
“……pengetahuan yang disampaikan-Nya [ sic! ] merupakan kebenaran yang tidak perlu disangsikan lagi.Dengan katalain bahwa sesuatu yang disampaikan itu halnya memang delikian,tidak mungkin lain.kebenaran itu merupakan kebenaran mutlak……”1)
…………………………………………………………………………………………………………..uraian lebih lanjut ………………………………
1) Haadari Nawawi,Metode penelitian Bidang Sosial, ( Yogyakarta : Gajah Mada University Press,1985 ),hal.4.
Keterangan :
• Jika dalam mengutip ada bagian kalmiat yang dihilangkan,bagian itu diganti dengan tanda titik tiga ( … )
• Isi catatan kaki diatas adalah : Nama Pengarang,judul buku,kota tempat terbit,nama penerbit,tahun penerbit,halaman yang dikutuip
• Judul buku ditulis dengal garis bawah atau huruf miring
Penyebutan Sumber dengan catatan Lansung ( catatan perut )
Tidak semua masalah dapat dipecahkan dengan kemampuan berpikir dan nurani manusia.oleh karena itu,manusia memerlukan sumber kebenaran yang berupa wahyu Tuhan .”…. pengetahuan yang disampaikan-Nya [ sic! ] itu merupakan kebenaran yang tidak perlu disangsikan lagi.”( Nawawi,1985 : 4 ).
………………………………………………………………………………..uraian lebih lanjut …..…….………………………………
Jika kutipan memakai bahasa asing, kutipannya ditulis dalam huruf miring.
Contoh:
Berkenaan dengan peradaban, Huntington (1996:303) mengatakan sebagai berikut:
The overriding lesson of the history of civilization, however, is that many things are probable but nothing is inevitable. Civilizations can and have reformed and renewed themselves.The central issue for the West is whether, quite apart from any external challenges, it is capable of stoping and reversing the internal processes of decay.Menurut Sartori (dalam Gaffar 1992:37), “[t]he hegemonic party system neither allows for a formal nor a defacto competition for power. Other parties are permitted to exist, but as second class,licensed parties.”
Jika mengutip bukan dari buku/sumber aslinya, melainkan dari pengarang lain (mengutip sebuah kutipan), maka tambahkan kata “dalam” ketika menyebut referensinya. Contoh: Afan Gaffar menulis sebuah buku dan di dalam bukunya ia mengutip pendapat Giovanni Sartori; penulis skripsi kemudian mengutip pendapat Sartori yang terdapat dalam buku Gaffar tersebut; maka penulisan referensinya adalah sebagai berikut:
Menurut Sartori (dalam Gaffar 1992:37), “[t]he hegemonic party system neither allows for a formal nor a defacto competition for power. Other parties are permitted to exist, but as second class, licensed parties.”
Atau:
Seorang pakar ilmu politik, yang banyak mengamati perilaku partai politik, mengatakan bahwa “[t]he hegemonic party system neither allows for a formal nor a defacto competition for power. Other parties are permitted to exist, but as second class, licensed parties” (Sartori, dalam Gaffar 1992:37).
2. Kutipan Tidak Langsung.
Kutipan tidak langsung (indirect quotation) merupakan kutipan hasil penelitian, hasil karya, atau pendapat orang lain yang penyajiannya tidak sama dengan teks aslinya, melainkan menggunakan bahasa atau kalimat penulis/peneliti sendiri. Dalam pengutipan ini, sumber rujukan harus disebutkan, baik dengan nomor halaman atau tanpa nomor halaman.
Dalam kutipan tidak langsung kita hanya mengambil intisari pendapat yang kita kutip.Kutipan tidak langsung ditulis menyatu dengan teks yang kita buat dan tidak usah diapit tanda petik. Penyebutan sumber dapat dengan sistem catatan kaki,dapat juga dengan sistem catatan langsung ( catatan perut ) seperti telah dicontohkan.
Paling sedikit ada dua jenis kutipan tidak langsung atau ada dua cara dalam mengutip secara tidak langsung. Pertama, dengan meringkas, menyimpulkan, atau merujuk pokok-pokok pikiran orang lain.
Contoh:
Penyusun skripsi yang meringkas atau merujuk pokok-pokok pikiran (pendapat) Huntington tentang gelombang demokratisasi di dunia ini dalam bukunya The Third Wave of Democratization:
Gelombang demokratisasi yang ada di dunia ini bisa dibagi menjadi tiga periode, yakni demokratisasi gelombang pertama yang berlangsung antara 1828-1926, demokratisasi gelombang kedua yang terjadi antara 1943-1962, dan demokratisasi gelombang ketiga yang dimulai dari tahun 1974 sampai tahun1990-an (Huntington 1991). Mengingat sekarang masih banyak rejim-rejim otoriter, apakah akan ada gelombang demokratisasi keempat?
Kedua, dengan melakukan paraphrase, yakni pengubahan struktur/susunan kalimat aslinya menjadi kalimat lain tanpa mengubah isi atau subtansi kalimat/alinea. Contoh:
Kalimat asli yang dibuat oleh Miriam Budiardjo:
Berkenan dengan sistem pemilu, Miriam Budiardjo mengatakan: Pada umumnya kita kenal dua sistem pemilu, masing-masing dengan beberapa variasinya. Dalam sistem distrik, satu wilayah (yaitu distrik pemilihan) memilih satu wakil tunggal (single-member constituency) atas dasar pluralitas (suara terbanyak). Dalam system proporsional, satu wilayah (yaitu daerah pemilihan) memilih beberapa wakil (multi-member contituency), yang jumlahnya ditentukan atas dasar rasio, misalnya 400.000 penduduk (Budiardjo 1982:4)
Kalimat paraphrasenya:
Sistem distrik dan sistem proporsional adalah dua jenis sistem pemilihan umum yang paling populer, yang masing-masing sistem ini memiliki variannya sendiri-sendiri. Dalam sistem distrik, jumlah pemenangnya—yang akan menjadi wakil di parlemen—adalah satu orang, sedangkan dalam sistem proporsional jumlah wakil yang akan mewakili suatu daerah pemilihan adalah beberapa orang sesuai dengan proporsi perolehan suaranya (Budiardjo 1982:4).
Seperti halnya penulisan data, penulisan kutipan (referensi) ini juga harus menyebutkan sumber kutipan tersebut. Yaitu dengan menyebutkan bahwa sumber diambil dari buku karangan, misalnya: Gorys Keraf, yang terbit pada tahun 1983, dan sumber tersebut terdapat di halaman 3. Informasi mengenai penerbit dan judul buku dapat dilihat di Daftar Pustaka atau Bibliografi. Pada contoh terakhir hanya ditulis angka 1, menyatakan bahwa keterangan sumber dicantumkan di bawah halaman yang disebut dengan catatan kaki.
Blog Archive
Páginas vistas en total
You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "
Gunadarma
Entradas populares
-
Pendidikan di Amerika : Pendidikan publik Amerika dioperasikan oleh negara dan pemerintah daerah, yang diatur oleh Amerika Serikat Departeme...
-
TOPIK Kalimat topik adalah kalimat yang paling terpenting dalam sebuah paragraph karena merupakan ide utama dalam paragraph tersebut. T...
-
Pengertian Kerangka karangan Kerangka karangan merupakan rencana penulisan yang memuat garis-garis besar dari suatu karangan yang akan diker...
-
Modified Block Style Block Style Semiblock Style Elements Business letters (in the United States) usually contain the follow...
-
PT Kimia Farma adalah salah satu produsen obat-obatan milik pemerintah di Indonesia. Pada audit tanggal 31 Desember 2001, manajemen Kimi...
-
Latar Belakang dan Sejarah Toefl Seperti yang diketahiu saat ini Negara kita yaitu Negara Republic Indonesia sudah memasuki era yang disebut...
-
Pollution or environmental pollution is the introduction of living beings, matter energy, and or other components into the lngkungan or chan...
-
Introduction Letters of complaint usually include the following stages: 1.Background This section describes the situation; e.g. I am writing...
-
1.Mengapa suatu profesi perlu etika, jelaskan pendapat saudara? Karena semua jenis profesi pasti selalu mempunyai kode etik profesi yang dij...
-
Polusi atau pencemaran lingkungan adalah masuknya atau dimasukkannya makluk hidup, zat energi, dan atau komponen lain ke dalam lngkungan ata...


